News
10/28/2019
Marvi: Ziarah Muslim Sunni ke Imam Ridha, Bukti Persatuan

 
Marvi: Ziarah Muslim Sunni ke Imam Ridha, Bukti Persatuan

Astan News melaporkan, Perwalian Haram Suci Razavi, Hujatulislam Ahmad Marvi di hadapan warga Muslim Ahlu Sunnah yang menziarahi Makam Suci Imam Ridha as dengan berjalan kaki mengatakan, para pemuka agama, tokoh masyarakat dan ahli hadis Sunni, adalah para pecinta Ahlul Bait as.

Ia menambahkan, musuh tersiksa melihat persatuan umat Islam dan berupaya sekuat tenaga untuk memecah belah Muslim, dan menciptakan perselisihan di antara mereka, namun ziarah Imam Ridha as yang dilakukan warga Muslim Sunni dengan berjalan kaki, membuktikan kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad Saw, dan persatuan umat Islam dengan poros Ahlul Bait as.

Menurut Hujatulislam Marvi, sejumlah orang mengatakan ziarah dengan berjalan kaki tidak punya punya rujukan di dalam hadis Ahlu Sunnah, dan mereka sangat berupaya keras untuk merusak tradisi ini. Akan tetapi orang yang sama juga tidak mengeluarkan kecaman sedikitpun terhadap kejahatan yang dilakukan atas rakyat tertindas Yaman yang menjadi sasaran pemboman rezim Al Saud, apakah membunuh seorang Muslim tidak dilarang Al Quran ?

Lebih lanjut ia menjelaskan, kecintaan kepada Ahlul Bait as bukan hanya milik Syiah, seluruh mazhab Islam yang memiliki jejak sejarah yang panjang dan bersinar dalam Islam, mencintai Ahlul Bait Nabi as, dan mereka menziarahi makam-makam Ahlul Bait as, ini harus dibedakan dari aliran-aliran yang dibuat Inggris untuk memecah belah umat Islam, karena sebenarnya mereka tidak meyakini Nabi Muhammad Saw dan Ahlul Bait as.

Ahmad Marvi menyebut Ahlul Bait as sebagai sumber kecintaan dan persatuan umat Islam. Keluarga suci dan maksum Nabi Muhammad Saw layaknya benang tasbih yang menyatukan masyarakat Islam, dan mencegah mereka terpecah serta tercerai berai.

Perwalian Haram Suci Razavi menilai Islam sebagai sumber persatuan dan solidaritas. Musuh tahu bagaimana Nabi Muhammad Saw mempersatukan kabilah-kabilah Arab yang terpecah belah di masa jahiliyah dengan bekal pengetahuan, dan mengubah mereka menjadi masyarakat yang memiliki peradaban umat manusia terbesar.

Hujatulislam Marvi menegaskan, mantan presiden Amerika Serikat, Richard Nixon dalam catatan biografinya menulis, jika kita ingin menguasai negara-negara Muslim dan Timur Tengah, maka kita harus menciptakan perpecahan dan konflik di antara mereka, perpecahan dan konflik adalah konspirasi untuk menguasai negara-negara Muslim. 
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):27
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...