News
4/4/2017
Mohammad Baqir Mohaqeq Sabzevari (1017-1090 Hq)

 
Mohammad Baqir Mohaqeq Sabzevari (1017-1090 Hq)

Mulla Mohammad Baqir, putra Mulla Mohammad Momen Khorasani yang lebih dikenal dengan Fazel dan Mohaqeq Sabzevari, merupakan salah satu tokoh ulama, fakih dan intelektual lengkap di abad ke-11 Hq.
 
Ia pada tahun 1017 Hq dilahirkan di desa Namen, Sabzevar, Iran. Masa mudanya ia lalui di kota Esfahan dan dipengaruhi aliran Esfahan hingga mencapai puncak di bidang ilmu fikih dan filsafat. Ia adalah salah satu sahabat Syeikh Majlesi Awal dan murid unggul Syeikh Bahai dan di bidang ilmu pemikiran ia adalah murid Mirza Abolqassem Fandaraski dan Qazi Moez. Hal ini dikutip dari Syeikh Bahai, Sayid Hussein bin Heidar Ali Esfahani, Hassan Qaeni Razavi dan Mulla Hosseinali, putra Mulla Abdollah Shoushtari.
 
Mulla Haj Hossein Neishaburi Makki, Mulla Mohammad Yusuf Dehkharaqani Tabrizi dan keponakannya, Agha Jamali Khansari (wafat tahun 1125 Hq), Moulana Mohammad Saeed Roudsari dan Sayid Abdohossein Hosseini Khatunabadi, penulis kitab Waqai Al Sinin wal A’lam, di antara murid-murid beliau, dan Agha Hossein Khansari (wafat tahun 1099 Hq) mendapat ijazah dari beliau.
 
Mohaqeq Sabzevari selama beberapa tahun tinggal di Esfahan sempat diangkat menjadi Imam Jumat dan Syeikhul Islam oleh Syah Soleiman Savafi dan mengajar di Madrasah Mulla Mohammad Shoushtari dan ia hidup semasa serta satu pemikiran dengan Feiz Kashani. Pada bulan Syaban tahun 1068 Hq, Syah Abbasi dalam salah satu perintahnya memuji kedudukan tinggi Mohaqeq Sabzevari dan meminta menteri dan bendahara kesultanan di Esfahan agar setiap tahun memberikan sejumlah uang dan barang dari kas kerajaan untuk beliau.
 
Berbagai posisi keagamaan dan politik serta pemikiran khas dan baru di masa itu, membuat Mohaqeq Sabzevari memiliki banyak musuh. Mungkin karena alasan ini, Mohaqeq Sabzevari meninggalkan Esfahan menuju Mashhad. Ia pada tahun 1083 Hq merenovasi Madrasah Samiiyah yang terkenal dengan nama Madsarah Baqiriyah dengan dana dari pewakafnya dan upaya Mir Abdolhossein dan ia mengajar di sana dan mewakafkan sejumlah kitab dan barang miliknya ke madrasah tersebut.
 
Mohaqeq Sabzevari pada tanggal 7 Rabiul Awal 1090 Hq meninggal dunia di Mashhad dan sesuai dengan wasiatnya, ia dikebumikan di Madrasah Mirza Jafar, dekat makam Syeikh Mohammad Ameli dan Mulla Mirza Shirazi serta putranya. Putra-putra Moulana Mohammad Hadi dan Moulana Mirza Jafar keduanya adalah ahli ilmu.
 
Mohaqeq Sabzevari  melantunkan syair dan meninggalkan banyak karya berharga sepanjang hidupnya. Daf’u Shabhi Al Iltizam, Dzahiratul Maad terkait komentar Irshad Al Adzhan di bidang fikih, terbitan tahun 1269-1270 Hq, Raudhatul Anwar Abbasi terkait dengan adab kesultanan, hikmah amali dan politik sosial, risalah-risalah dalam ghina, shalat Jumat dan risalah amaliah, di antara karya beliau yang paling terkenal.
 
Tabaqat A’lam Syiah/579-593, Tadzkiratul Qubur/50, majalah kajian sejarah tahun keempat, nomor dua, Tadzkiratu Nasrabadi/152, sejarah dan riwayat perjalanan Hazin/317, sejarah ulama Khorasan/33, Qasas Al Khaqani 2/59, A’yan As Syiah 9/189.
 
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):168
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...