News
4/3/2017
Syeikh Hur Ameli

 
Syeikh Hur Ameli

Muhammad bin Hassan bin Ali bin Muhammad bin Hussein atau yang lebih dikenal dengan Syeikh Hur Ameli, adalah salah satu ulama dan tokoh hadis besar Syiah. Beliau dilahirkan pada malam Jumat tanggal 8 Rajab 1033 Hq di Mashagarah, salah satu desa di sekitar Bekaa, Lebanon. Ia menuntut ilmu dari pamannya Syeikh Muhammad Hur dan kakek dari pihak ibu, Syeikh Abdul Salam Muhammad Hur dan paman ayahnya Syeikh Ali bin Mahmud pengarang kitab Al Mualem dan dari Syeikh Hussein Dhahiri. Syeikh Hur Ameli selama 40 tahun melakukan perjalanan ke negara-negara Muslim dan dua kali berhaji dan setelah berziarah ke beberapa tokoh agama ketika tengah menuju Khorasan, ia sempat tinggal di Esfahan dan berdiskusi dengan sejumlah ulama besar di kota itu. Selama tinggal di Esfahan, tanpa izin ia pergi ke istana Sultan Soleiman dan duduk di sebelahnya.
Pada tahun 1073 Hq, Syeikh Hur Ameli pergi ke Mashhad dan selama 31 tahun tinggal di kota suci itu. Selama di Mashhad ia sempat berhaji dan menziarahi Makam Imam Maksum as dan membuka kelas pengajaran kita Tafdhil dan Wasailu Syiah. Ia mendidik murid-murid dan memberikan ijazah kepada beberapa dari mereka di antaranya Mirza Alaa Al Mulk putra Mirza Abu Thaleb Alavi Mousavi pada 15 Rabiu Thani 1086 Hq dan Syeikh Majlesi. Beliau juga memberi izin mengutip hadis kepada Syeikh Majlesi Awal, Sayid Jazayeri dan Syeikh Ali Sabt. Pada tanggal 21 Ramadhan 1104 Hq ia mnghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di lantai bawah Madrasah Mirza Jafar yang bersambung dengan Serambi Enghelab, Haram Suci Razavi.
Syeikh Hur Ameli meninggalkan banyak karya bernilai. Di antaranya sejumlah kitab dan risalah seperti Al Jawahir Al Suniah fi Al Ahadis Al Qudsiyah, Al Sahifah Al Saniyah min Ad’iyah Ali bin Hussein, Fehrest Wasailu Syiah, Al Fawaid Al Thusiah, Isbat Al Hudah bi Nusus wa Mu’jizat, Amal Al Amal fi Ulama, Jabal Amil, sebuah risalah tetang Raj’at, sebuah risalah untuk membantah Sufi menyimpang, Fusul Al Muhimah fi Al Usul Al Alawiah dan Al Lugat Al Marwiyah, diwan syair dan beberapa kitab lainnya.
Syeikh Hur Ameli punya jasa besar terhadap Muslim Syiah dengan karya-karya yang ditulisnya. Penulisan kitab Wasailu Syiah memakan waktu lebih dari 20 tahun. Setelah menulis kitab itu, Syeih Hur Ameli memulai penulisan kitab Fehrest dan memilih kitab Hidayah Al Ummah dan Fusul Al Muhimah dari kumpulan tulisan itu. Di akhir usianya, Syeikh Hur Ameli mengerahkan seluruh tekadnya untuk menulis syarah atau komentar kitab Wasailu Syiah. Atas izin beliau yang diberikan kepada Mir Mohammad Taqi bin Mohammad Sadiq Mousavi pada bulan Syaban 1100 Hq, terungkap bahwa sebagian dari komentar itu sudah ditulis dan diberi nama yang sama Wasailul Syiah hingga bab ke-10 tentang Abwabu Al Maa Al Mudhaf.
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):165
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...