News
12/21/2019
Bagaimana Barat Membangun Peradabannya ?

 
Bagaimana Barat Membangun Peradabannya ?

Anggota Dewan Tinggi Revolusi Budaya Iran menjelaskan bagaimana ilmu perdagangan, matematika, pelayaran, arsitektur dan pos bisa tersebarluas oleh negara-negara Eropa.

Astan News melaporkan, Hassan Rahimpour Azghadi dalam pertemuan dengan para pemuda Iran mengatakan, berdasarkan laporan para wisatawan Barat dan Timur, sejak berabad-abad lalu negara-negara Muslim adalah pusat kekayaan dan ilmu pengetahuan, para dosen di Universitas Cambridge dan semacamnya bahkan meniru metode pengajaran universitas-universitas Islam.

Rahimpour Azghadi menambahkan, pelayaran dan perdagangan dunia dipelopori oleh Muslim, saat itu Barat dan Eropa tidak mengetahui bahwa bumi bundar dan ada manusia di belahan bumi lain, mereka kemudian mengenal berbagai bangsa dan mulai menjalin hubungan dengan kita, negara-negara Eropa tidak mengenal beberapa jenis hewan, sementara Muslim mengenal semua jenis binatang yang ada di dunia dan mengkategorisasikannya.

Menurutnya, beberapa kelompok masyarakat meniru tradisi bangsa-bangsa Muslim dan model pakaian mereka, orang Eropa tidak mengenal senjata api dan untuk pertama kalinya mengenal senjata pada Perang Salib.

Dosen universitas ini menuturkan, armada dagang Muslim memiliki sekitar 1000 kapal, selain itu ada lebih dari 100 pelabuhan dagang besar di lima wilayah Muslim, pada saat yang sama Barat bahkan tidak mampu membuat sepertiga kapal Muslim.
 
Rahimpour Azghadi menerangkan, renaisans Eropa bangkit dari selatan benua itu, karena Italia dan negara sekitar awalnya adalah wilayah Muslim.

Ia melanjutkan, di negara-negara Muslim saat itu sudah terbentuk lembaga pos besar yang menyalurkan surat-surat masyarakat.

Menurut Azghadi, buku-buku Muslim pertama menjelaskan tentang berbagai jenis tanah, cara menanam 500 ragam tumbuhan, gejala-gejala penyakit tanaman dan penyembuhannya, kemudia Barat mempelajari ilmu bercocok tanam tersebut.

Ia mengatakan, kedokteran dunia saat ini berhutang kepada peradaban Islam, dan bidang studi matematika ditemukan oleh Muslim.

Anggota Dewan Tinggi Budaya Iran menuturkan, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pidatonya memperingati 40 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran atau yang lebih dikenal dengan "Pidato Langkah Kedua" menekankan peningkatan kesadaran masyarakat dan hubungan dengan masa lalu umat Islam serta kehandalan mereka.
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):37
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...