News
11/21/2019
183 Pelayan Baru Haram Razavi Terima Surat Pengangkatan

 
183 Pelayan Baru Haram Razavi Terima Surat Pengangkatan

Perwalian Haram Suci Razavi di acara penganugerahaan surat pengangkatan pelayan baru mengatakan, para peziarah Makam Suci Imam Ridha as harus mendapat penghormatan terbaik.

Astan News melaporkan, Hujatulislam Ahmad Marvi dalam acara itu menekankan urgensi penghormatan terbaik terhadap para peziarah dan tamu Imam Ridha as di Haram Suci Razavi.

Ia menjelaskan, di Haram Suci Razavi kedudukan dan jabatan duniawi tidak ada harganya, dan setiap orang yang masuk ke tempat suci ini menyandang predikat peziarah, mereka harus mendapat penghormatan dan pelayanan terbaik, maka dari itu orang tua penduduk desa dengan pakaian lusuh yang datang ke tempat suci ini, mungkin saja salah satu Wali Allah. 

Menurut Ahmad Marvi, kesempatan menjadi pelayan di Haram Suci Razavi adalah tugas besar dan menuturkan, pakaian suci pelayan Imam Ridha as adalah amanah yang diletakkan di pundak kita sehingga tanggung jawab semakin besar, dan kita harus mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak. Di hari Kiamat nanti kita akan ditanya apakah amanah besar dan suci ini berhasil kita tunaikan dengan baik atau tidak.

Perwalian Haram Suci Razavi menambahkan, di hari Kiamat kita harus mempertanggungjawabkan kedudukan sosial, tugas, ilmu pengetahuan, harta kekayaan dan semua yang diberikan Allah Swt kepada kita di dunia ini.

"Dalam hidup di dunia ini semakin tinggi kedudukan manusia, semakin banyak hartanya dan semakin luas ilmunya, seberat dan setebal itu pula tanggung jawab dan lembaran soal yang akan ditanyakan kepadanya kelak, oleh karenanya semua kedudukan duniawi tidak boleh menyebabkan kita sombong dan bangga diri," paparnya.

Hujatulislam Ahmad Marvi juga menyinggung isi khutbah Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib as di kitab Nahjul Balaghah yang mengatakan, Awwalu Din Makrifatullah, permulaan agama adalah makrifat dan mengenal Tuhan. Menurut Ahmad Marvi, jika manusia ingin masuk ke lembah agama yang bercahaya dan penuh keselamatan, langkah awalnya adalah makrifat.

Lalu Perwalian Haram Suci Razavi bertanya, apa yang dimaksud makrifat. Menurutnya, makrifat adalah meyakini bahwa Allah Swt dalam setiap kesempatan selalu mengawasi dan menyaksikan perbuatan, tindakan dan niatnya, dan jika manusia selalu menghadirkan realitas ini di hadapan matanya, dan menganggap Tuhan sebagai pengawas atas perilaku dan niatnya, maka ia akan memiliki perilaku yang berbeda.
 
Perwalian Haram Suci Razavi di akhir pidatonya meminta seluruh pelayan Makam Suci Imam Ridha as untuk menyampaikan usulan, pandangan dan kritikan bagi pengelolaan yang lebih baik atas Haram Suci Razavi dan Makam Suci Imam Ridha as.

"Keluarga besar pelayan Haram Suci Razavi memiliki banyak orang-orang berbakat, ilmuwan dan intelektual di berbagai bidang ilmu, maka dari itu saya minta seluruh pelayan untuk memberikan usulan dan pandangan sehingga membantu kami dalam menyelesaikan masalah dan memberikan penghormatan yang lebih baik kepada para peziarah," imbuhnya.

Di awal pertemuan, Wakil Perwalian Haram Suci Razavi, Mostafa Khaksar Ghahroudi melaporkan aktivitas kerja yang dilakukan para pelayan Makam Suci Imam Ridha as di berbagai kesempatan khusus terutama di pekan terakhir bulan Safar.

Ghahroudi menuturkan, hari ini, 183 pelayan baru secara resmi menjadi pelayan Makam Suci Imam Ridha as.
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):36
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...