News
9/17/2019
Marvi: Labaik Ya Hussein yakni Melawan Yazid Masa Kini

 
Marvi: Labaik Ya Hussein yakni Melawan Yazid Masa Kini

Perwalian Haram Suci Razavi mengatakan, hari ini Labaik Ya Hussein as adalah perlawanan dalam menghadapi Yazid-yazid masa kini, dan kubu arogan, serta solidaritas dan persatuan di antara umat Islam. 

Astan News melaporkan, Hujatulislam Ahmad Marvi di lokakarya besar penghormatan untuk para pelayan Arbain Imam Hussein as yang diselenggarakan di Haram Suci Razavi, dan dihadiri oleh 1200 pemilik moukib (posko layanan) dari Iran dan Irak, mengutip bait doa ziarah Arbain sebagai berikut, 

«بَذَلَ مُهجَتَهُ فِیکَ لِیَسْتَنْقِذَ عِبادَکَ مِنَ الجَهالَهِ وَ حِیرَهِ الضَّلالَه»

dan menjelaskan tentang falsafah kebangkitan Imam Hussein as serta sahabat-sahabat beliau. Dalam bait doa ini dijelaskan, Imam Hussein as adalah hamba Allah Swt, putra Rasulullah Saw dan hujjat Allah Swt bagi penghuni bumi, beliau menumpahkan darahnya agar masyarakat terbebas dari kebodohan, kebingungan dan ketersesatan.

Ahmad Marvi menerangkan, kecintaan kepada Ahlul Bait as adalah kunci untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan menyebabkan seseorang dapat memperoleh ridha Allah Swt. Ia menuturkan, pawai agung, dan luar biasa Arbain, adalah manifestasi kecintaan kepada Ahlul Bait as di hati setiap orang.

Perwalian Haram Suci Razavi menyebut pawai Arbain dapat membuat seseorang diliputi sifat Ketuhanan, dan menerangkan, dalam Arbain batas antara tamu dengan tuan rumah terhapus, para tamu dan tuan rumah sama-sama menikmati berkah dari Imam Hussein as.

Hujatulislam Ahmad Marvi menambahkan, Arbain adalah pelangi kehadiran bangsa-bangsa, kaum, mazhab dan beragam agama dari berbagai lapisan usia, jenis kelamin dan lapisan masyarakat yang semua berada dalam bahtera keselamatan Imam Hussein as. Manifestasi lain Arbain Imam Hussein as adalah sampainya pemikiran ke puncak perjuangan di jalan Allah Swt dan Islam.

Menurut Perwalian Haram Suci Razavi, hari ini berkat bantuan Allah Swt garis pemikiran perjuangan dan perlawanan atas penindasan dan imperialisme adalah berkah Arbain. Ia melanjutkan, hari ini berkat penyadaran dari kebangkitan Imam Hussein as, semangat perjuangan, jihad, pengorbanan dan kesyahidan di jalan Allah Swt dapat meninggikan Kalimat Allah Swt di seluruh dunia.

Perwalian Haram Suci Razavi menyebut Arbain menyebabkan perhatian kepada Imamah dan Wilayah sebagai poros hidayah Al Quran. Ia menambahkan, oleh karena itu kita menyaksikan kebencian dan dendam kubu imperialis dalam fenomena besar ini. 

Jika sebuah peristiwa kecil terjadi di satu negara, media imperialis dunia akan melakukan liputan luas untuk mempropagandakan bahwa negara-negara Muslim tidak aman dan terjadi pembunuhan, akan tetapi Arbain yang merupakan peristiwa besar yang dihadiri puluhan juta manusia dari berbagai kaum dan suku bangsa, tidak pernah diliput media-media tersebut.

Hujatulislam Ahmad Marvi menjelaskan, musuh berusaha menghalangi gerakan agung ini, namun gagal, sebagaimana juga Yazid-yazid di hari Asyura tidak berhasil mencegah sampainya suara Imam Hussein as ke telinga penduduk dunia, hari inipun sama, Yazid-yazid masa kini tidak akan berhasil membendung berlanjutnya gerakan agung kebangkitan Imam Hussein as.
 
Ia melanjutkan, manifestasi lain dari Arbain adalah persatuan dan solidaritas di bawah poros kecintaan kepada Ahlul Bait as. Musuh agama takut dengan persatuan dan solidaritas ini, dan dengan segenap kemampuan serta instrumennya, mencegah persatuan umat Islam, dan negara-negara Muslim. Mereka menyadari jika Dunia Islam berdasarkan ajaran Islam, Rasulullah Saw dan Nahjul Balaghah, Imam Ali as, berada dalam persatuan, maka tidak akan tersisa sedikitpun peluang untuk menjajah negara-negara Muslim.

Perwalian Haram Suci Razavi menegaskan, hari ini adalah hari Labaik Ya Hussein as, dan perlawanan dalam menghadapi para Yazid masa kini, dan kubu arogan, hari ini Labaik Ya Hussein as adalah solidaritas dan persatuan di antara Muslim, dan berbagai mazhab, hari ini Labaik Ya Hussein as adalah keluarnya secara terhina Amerika Serikat dan kubu imperialis lain dari Irak.

Di bagian akhir paparannya, Ahmad Marvi berterimakasih atas keramahan masyarakat dan pejabat Irak dalam menjamu peziarah Iran. Ia mengatakan, keramahan rakyat dan pemerintah Irak menjamu tamu, menyebabkan terbukanya peluang terlaksananya acara agung dalam Arbain Imam Hussein as.

Menurut Perwalian Haram Suci Razavi, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, rakyat dan pemerintah Iran berterimakasih atas pelayanan rakyat dan pemerintah Irak.

"Pasca Arbain Imam Hussein as, kita akan menyambut hari kesyahidan Imam Ridha as, dan kita akan menjadi tuan rumah jutaan peziarah beliau di hari itu, Insyaallah seluruh fasilitas dan potensi yang kami miliki akan digunakan untuk memberikan jamuan yang sesuai bagi para peziarah Iran dan peziarah luar negeri," pungkasnya. 
 
Jumlah Pengunjung (Visitor):28
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...