News
7/7/2017
Wisata Kesehatan di RS Razavi Meningkat 70 Persen

 
Wisata Kesehatan di RS Razavi Meningkat 70 Persen

Direktur Pelaksana Rumah Sakit subspesialis Razavi mengabarkan peningkatan lebih dari 70 persen daya tarik wisata kesehatan tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Astan News melaporkan, Dr. Qassem Soltani, Direktur Pelaksana RS subspesialis Razavi dalam pertemuan dengan wartawan dan staf media berbahasa Arab, menjelaskan sejarah singkat pembangunan rumah sakit Razavi dan menuturkan, rumah sakit subspesialis Razavi mulai dioperasikan pada tahun 1384 Hs oleh Haram Suci Razavi di kota suci Mashhad dengan kapasitas 200 tempat tidur. Setelah lima tahun, pada tahap kedua, pusat kesehatan spesialis ini, menambah kapasitas 120 tempat tidur dan sekarang rumah sakit ini memiliki 320 tempat tidur dan lebih dari 50 kamar perawatan khusus.
Soltani juga mengenalkan sejumlah bagian rumah sakit seperti bagian bedah jantung dan operasi umum, perawatan khusus bayi, pusat kanker, kedokteran nuklir, bagian perempuan, klinik-klinik dan para klinik.
Ia menambahkan, rumah sakit ini dilengkapi dengan seluruh peralatan kedokteran canggih dunia dan kami berusaha supaya kami mampu memenuhi kebutuhan para pasien Iran dan kebutuhan para pasien yang datang dari negara tetangga Muslim lain dan memberikan pelayanan terbaik kepada mereka.
Ketua tim anestesi di Universitas Ilmu Kedokteran Mashhad itu ketika menjelaskan dimensi ilmu pengetahuan rumah sakit menuturkan, dengan dilakukannya perombakan dalam manajemen, selain terbuka hubungan dengan pusat-pusat universitas di level nasional juga dengan pusat-pusat universitas negara-negara Eropa dan saat ini di bidang bedah jantung dan kardiologi, kami bekerjasama dengan dokter-dokter Jerman dan kami berharap bisa segera memperluas hubungan ini dan menggunakan data-data ilmu pengetahuan terkini untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
Direktur Pelaksana RS Razavi terkait peralatan medis yang ada di rumah sakit ini menerangkan, peralatan medis rumah sakit menggunakan teknologi tinggi yang hanya dimiliki beberapa negara dunia, akan tetapi berkat bantuan Allah Swt dan berdasarkan kebijakan Haram Suci Razavi sejak pertama kali didirikan, rumah sakit ini sudah dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih. Sebagai contoh, di saat di Iran hanya ada dua pusat kedokteran nuklir utama yaitu di kota Tehran dan Mashhad, kami mampu menggunakan peralatan-peralatan mutakhir itu dengan meningkatkan bidang kedokteran nuklir dan produksi radio isotop untuk mengobati kanker.Kami juga sedang berusaha melengkapi bidang radiologi, jantung dan kanker dengan peralatan-peralatan seperti CT Angiography dan alat canggih MRI dengan teknologi terkini dunia.
Kepala ruang bedah dan tim anestesi rumah sakit Razavi ketika ditanya wartawan stasiun televisi berbahasa Arab, Al Manar terkait dipilihnya RS Razavi oleh warga sejumlah negara Muslim sekitar untuk berobat menjelaskan, dipilihnya sebuah pusat medis bagi para pasien memiliki sejumlah dimensi berbeda. Mereka lebih suka mendatangi sebuah negara yang memiliki kesamaan budaya dan agama dengan mereka, dan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan di negara itu. Dari dimensi ekonomi, sebagian banyak warga negara asing menginginkan membayar biaya lebih murah namun mendapatkan pelayanan yang setara.
Ia melanjutkan, rumah sakit Razavi hingga kini sudah menerima sejumlah banyak pasien dari negara tetangga seperti Irak, Bahrain, Qatar, Tajikistan, Turkmenistan, Arab Saudi dan yang lainnya. Selain memiliki daya tarik spiritualitas yang tinggi, kota suci Mashhad juga memiliki banyak daya tarik wisata lain. Kami menyaksikan sambutan yang terus meningkat atas wisata medis di berbagai rumah sakit, terutama RS Razavi . Jika dibandingkan dengan tahun lalu,  tahun ini pasien dari negara-negara tetangga khususnya negara Muslim yang berobat di RS Razavi bertambah 70 persen.
Sehubungan dengan asuransi dan biaya pengobatan di RS Razavi, Soltani menuturkan, para pasien Iran dapat menggunakan seluruh asuransi yang berlaku di negara ini dan berdasarkan aturan serta standar asuransi, bisa mendapatkan pelayanan dari RS Razavi. Pasien dari luar negeri yang bebas merujuk ke rumah sakit Razavi, juga berdasarkan tarif yang ditetapkan pemerintah Iran. Akan tetapi jika terbuka peluang para pasien asing itu menggunakan asuransi internasional dan mendapat jaminan dari asuransi tersebut, itu akan jauh lebih baik.
Di akhir wawancara ini, media-media Arab meninjau berbagai bagian rumah sakit Razavi seperti bagian kedokteran nuklir, unit-unit khusus pasien asing, ruang perawatan VIP dan menyaksikan dari dekat pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit ini.     
 
 
 
Komentar
 
امتیاز دهی
 
 

نظر شما
نام
پست الكترونيک
وب سایت
نظر
...